UPACARA BENDERA PERTAMA, KEBANGGAAN BERSAMA
Dari
sekian pengalaman yang saya dapat baru-baru ini sebagai guru SM-3T, melatih dan
melaksanakan upacara bendera hari senin untuk pertama kalinya merupakan
kebanggaan-kepuasan tersendiri bagi diri saya pribadi. Selama hampir tiga tahun
berdiri, sekolah tempat saya bertugas sekarang ini, belum pernah satu kali pun
melaksanakan upacara bendera. Situasi serta kondisi yang serba terbatas karena berada
di daerah 3T dan tergolong sekolah baru, mengakibatkan salah satu kegiatan
rutin tersebut tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Rasa
semangat, percaya diri, menjadi modal utama saya saat itu untuk melatih para siswa
menjadi petugas dan peserta upacara layaknya upacara bendera pada umumnya. Berkat
bantuan satu teman guru (CPNS) yang kebetulan baru ditugaskan di sekolah
yang sama, serta dengan bekal PBB yang saya dapat dari prakondisi SM-3T di TNI
AAU Yogyakarta, akhirnya bisa melaksanakan upacara bendera hari senin pertama
pada tanggal 7 September 2015 dengan cukup baik dan lancar seperti yang sudah
direncanakan. Saya pikir, hal itu juga tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kerjasama
dari para siswa, kepala sekolah, dan rekan-rekan guru semuanya.
Pada
minggu berikutnya, kita kembali melaksanakan upacara bendera hari senin dengan
lebih baik dan khidmat. Harapannya upacara dapat dilaksankan secara terus
menerus, tidak hanya pada hari senin tapi juga pada peringatan hari-hari nasional lainnya.
Seperti yang kita tahu, upacara
bendera hari senin seharusnya menjadi hal biasa yang dilakukan secara rutin oleh
peserta didik, pendidik, dan orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan.
Upacara sendiri bisa dikatakan sebagai rangkaian tindakan penghormatan serta
penumbuhan rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, upacara hari senin dilaksanakan
dengan harapan mampu menanamkan karakter-mental pemimpin bagi para anak bangsa yang
tertib, disiplin, tangguh, dan unggul.
Kebanggan mulai kita rasakan,
harapan-harapan baik lainnya pun siap kita wujudkan.
NB:
Saya ingin memberikan apresiasi kepada kedua siswa saya yaitu Marjuki J.
Serangkai dan Ansarudin Lekay dengan inisiatifnya sendiri secara sembunyi-sembunyi
(selepas pulang sekolah) mengganti bambu tiang bendera lama yang bengkok dan mulai
lapuk menjadi tiang baru yang berdiri tegak kokoh di lapangan depan sekolah.
Terimakasih.
Berikut foto-foto dokumentasi pelaksanaan upacara:

0 $type={blogger} :
Post a Comment