DUA ATMOSFER YANG BERBEDA "TELEVISI"
Menonton televisi.
Sesuatu yang biasa.
Sesuatu yang tidak lagi
istimewa.
Betul ko tidak?
Lain
cerita dengan pengalaman yang saya punya. Menonton televisi adalah sesuatu yang
unik. Berkumpul, tertawa terbahak-bahak, membuang kegelisahan, menghindar dari kesendirian,
itu yang saya dapat ketika saya menonton televis di tempat saya tinggal saat
ini. Bagaimana tidak, setiap kita menonton televisi rasanya kita sedang
menonton layar tancap di sebuah lapangan mini, atau seperti sedang menonton
bioskop dengan layar 14 inchi. Ramai!
Kenapa bisa begitu? Karena dalam satu desa, hanya beberapa warga yang memiliki
televisi dan itu pun dengan cakupan jaringan yang terbatas. Mau tidak mau
mereka harus berkumpul dalam satu rumah untuk sekadar “numpang” menonton
tanyangan bergambar gerak yang disertai bunyi tersebut. Television is something special in this area.
Televisi
sendiri merupakan salah satu media dengan beragam informasi mulai dari berita,
film, talk show, games show, hingga beragam tayangan yang menjadi daya tarik
tersendiri bagi para penontonnya. Acara televisi yang paling digemari oleh
anak-anak hingga orang dewasa adalah acara olahraga seperti pertandingan sepak
bola (mereka sering menyebutnya dengan pertandingan bola kaki). Ada pula drama
seri komedi yang menjadi program wajib tonton selepas ibadah shalat isya’ atau mengaji
(kampung yang saya tinggali kebetulan sebagian kecil - minoritas adalah kaum
muslim). Kemudian, tidak ketinggalan acara lain seperti sinetron / film bertema
semi laga ala Indonesia yang juga sudah jelas akan mereka beri rating tinggi.
Di
rumah, biasanya saya tidak mempedulikan adanya TV. Saya sibuk dengan gadget atau pekerjaan rumah yang membuat
saya jarang menyaksikan acara TV. Kadang saya nyalakan, tetapi juga saya
hiaraukan. Kadang ketika saya kelelahan, saya sampai lupa mematikannya. Sampai
muncul ungkapan “Bukan saya yang menonton TV, tapi kebalikannya, TV yang
menonton saya”. Memang dua atmosfer yang berbeda.

0 $type={blogger} :
Post a Comment