SEKOLAH DI TENGAH MAMAR KEMIRI

Sudah enam saya mengabdikan diri. Terdengar begitu cepat. Mengerti tentang banyak hal, keliling ke beberapa tempat mengaggumkan, dan tentu mengenal beberapa wajah baru yang kadang membuat saya malu (malu karena masih suka mengeluh & kurang bersyukur), ragu (ragu apakah saya bermanfaat), dan prihatin (bukan lagi menjadi sebuah rahasia bagaimana kondisi pendidikan di daerah 3T yang sebenarnya). Sederhananya, saya belajar dari mereka, di sisi lain saya berusaha membuat mereka mau belajar dengan apa yang saya punya. (Simbiosismutualisme = That’s how we are called). 


Ngomong-ngomong, akan saya tunjukkan tempat inspiratif, tempat belajar, tempat berbagi, tempat dimana simbiosismutualisme tersebut terjadi. Bukan maksud lupa atau sengaja melupakan, hanya saja baru sempat memperkenalkan.



SMA Negeri Maiwal berada di Desa Pintumas, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Bangunan sekolah terletak sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk, beralamatkan di Jalan Trans Maiwal-Buraga, jalan utama menuju desa Tribur (desa di ujung selatan pulau Alor). SMA ini dibangun di atas tanah seluas kurang-lebih 2 Ha, tanah pegunungan. Berdiri persis di tengah-tengah rimbunnya mamar (kebun) kemiri. SMA Negeri Maiwal didirikan pada bulan Juli 2013. Sejak tahun 2013 s.d sekarang memiliki jumlah siswa sebanyak 73 siswa yang terbagi atas enam rombel, yakni kelas X1, X2, XI IPA, XI IPS, XII IPA, dan XII IPS. Awalnya, pada tahun ajaran pertama 2013/2014 sampai awal tahun ajaran 2014/2015 SMA Negeri Maiwal masih meminjam/menumpang gedung SD Negeri Maiwal untuk proses belajar mengajar. Satu tahun berjalan, akhirnya SMA ini memiliki bangunan sekolah sendiri meskipun masih berupa gedung darurat berdinding balok kayu berlantaikan urukan tanah dan batu. Pada tahun 2016 ini, SMA Negeri Maiwal akan meluluskan siswa angkatan pertama.



Lokasi sekolah dapat ditempuh dengan jalur darat menggunakan transportasi ojek (kendaraan roda dua) dari pusat kecamatan Alor Barat Daya yaitu Moru sekitar 1,5 jam perjalanan atau dari pusat kota kabupaten Kalabahi kurang lebih 2-3 jam perjalanan. Untuk sampai ke lokasi sekolah, dibutuhkan tenaga ekstra serta keahlian berkendara yang mumpuni karena kondisi jalan menanjak, menukik, bersebelahan langsung dengan dinding tebing serta jurang berkedalaman kurang lebih 500meter. Jalan menuju sekolah sebagian beraspal rusak, berlubang-lubang, sebagian lainnnya terbuat dari batu putih dan tanah merah.



Pada bagian depan atau sebelah utara bangunan sekolah berhadapan dengan jalan dan semak-semak, bagian belakang atau bagian selatan terdapat sungai, kebun kemiri, pinang, dan kebun kelapa. Untuk bagian samping kiri atau sebelah barat berhadapan langsung dengan ladang dan Gereja Ebenhaezer Lakafeng serta bagian kanan atau sebelah timur berdampingan dengan kawasan perkampungan penduduk Maiwal. Siswa-siswi SMA Negeri Maiwal berangkat menuju ke sekolah hanya berjalan kaki dan jarak rumah siswa yang paling jauh dari sekolah antara 1-2 km.

 

Sekolah ini sedang berproses menjadi sekolah unggul, sekolah yang mampu menumbuhkan bibit-bibit baru yang berprestasi, berperilaku baik, serta bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan negara. Salam MBMI!




 

 

 

 

0 $type={blogger} :

Post a Comment