5 FAKTA MENARIK SM3T SELAMA MUSIM HUJAN

Indonesia adalah negara tropis. Memiliki dua musim, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Tentu setiap musim memberi cerita yang berbeda. Nah pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang lima fakta menarik yang terjadi di penempatan SM3T saya (di Suku Abui, Kampung Maiwal, Desa Pintumas, Kecamatan Alor Barat Daya) selama musim penghujan :

Ular di dalam ruang kelas.
Musim hujan adalah musimnya binatang melata, serangga, berkeliaran dimana-mana. Apalagi jika lokasi tempat tinggal atau bangunan lain berdekatan-bersebelahan dengan sungai dan hutan, seperti contohnya sekolah tempat saya bertugas. Sudah empat kali kita menemukan ular yang melingkar di ruang kelas. Entah ular jenis apa yang pasti terlihat menggelikan dan seram.


Selang mata air putus, mandi di kali.
Hujan menyebabkan banjir. Arus banjir membuat selang penyalur air dari pusat mata air ke perkampungan warga putus dan hanyut. Alhasil, mau tidak mau untuk keperluan masak, nyuci, dan mandi harus pergi ke kali atau memanfaatkan air tadah hujan. Meski bukan yang pertama, mandi di kali tetap memiliki sensasi yang berbeda bagi saya.

Banjir, jembatan penghubung desa ambruk.
Ambruknya jembatan utama dari pusat kecamatan Moru menuju desa Pintumas (tempat saya bertugas) dan desa Tribur (desa di ujung selatan pulau Alor), mengakibatkan banyak masalah. Ojek, truk atau alat transportasi lain yang biasa mengantar kebutuhan masyarakat tidak bisa lewat. Harga bahan pokok naik. Raskin bantuan pemerintah juga tidak bisa disalurkan tepat waktu. Masyarakat kewalahan. Demikian juga dengan saya. Tidak bisa pergi ke kota membeli kebutuhan hidup selama di penempatan, baik itu makanan, sabun, atau peralatan sekolah.


Jalan menuju sekolah seperti sawah.
Sepertinya jargon Cinta Laura "Sudah becek, nggak ada ojek!" memang benar adanya. Kenyataannya, musim hujan selain mengakibatkan banyak tukang ojek (transportasi utama di Alor) fakum, tidak beroperasi, hujan juga bepengaruh pada kondisi jalan yang menjadi becek penuh lumpur seperti area persawahan. Untuk pergi ke sekolah saja, saya kadang harus menggunakan sandal jepit terlebih dulu baru kemudian berganti sepatu.



Jaringan telepon semakin susah.
Memang bukan hal baru jika jaringan telepon di daerah 3T teramat sangat susah. Itu berlaku juga di tempat saya bertugas. Meskipun demikian, di penempatan setidaknya ada beberapa titik yang biasa digunakan untuk mencari signal, baik untuk mengirim sms atau bertelepon (seperti di kursi ruang tamu, di salah satu meja SD, di tiang penyangga bangunan pasar, atau di pucuk bukit tertinggi desa Maiwal). Namun sayangnya, beberapa waktu memasuki musim penghujan, sinyal di beberapa titik tersebut mulai hilang. Otomatis, komunikasi dengan keluarga atau teman juga semakin jarang.

So, itu lah lima fakta yang saya temui di penempatan selama musim penghujan. Menarik atau tidaknya cerita yang saya bagikan, semua tergantung pembaca sekalian. Terimakasih telah menyempatkan diri berkunjung ke blog saya. Salam MBMI!

0 $type={blogger} :

Post a Comment