LANGGAR LAUT? AWALNYA SAYA TAKUT

Untuk satu tahun ini, weekend memang tidak ada artinya. Piknik hanya bisa direalisasikan pada hari libur "khusus" yang setiap bulannya belum tentu ada.

Libur paskah. Sudah pasti menjadi kesempatan untuk saya dan beberapa teman saya melanjutkan pesiar, berjelajah, mengexplore keindahan alam Alor yang jelas tidak akan ada habisnya. Setelah tiga bulan di tempat tugas, menghabiskan hari-hari tanpa jaringan dengan kegiatan yang kesannya monoton "itu-itu saja", tentu membuat saya bosan dan merasa agak sedikit tertekan (ah berlebihan, kan memang tugas tho?). Saya butuh hiburan, saya perlu DOLAN!


Kemana kita? Pulau Pura!
Dengan semangat empat-lima, kali ini kita menyeberang ke pulau Pura. Pulau terbesar ke tiga setelah pulau Pantar dan pulau Alor. Pulau kecil yang berbentuk kerucut dengan hiasan beberapa kelompok pemukiman (kampung) yang tersebar di beberapa sudut bagian pinggir pesisir. Pulau ini menyimpan keunikan yang tidak dimiliki oleh pulau-pulau lain. Salah satunya yaitu sebutan pulau Pura sebagai pulau penghasil Sopi. Di pulau ini, kita kesulitan mendapatkan air tawar. Untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat menggunakan air payau. Sedangkan untuk minum, biasa mengambil dari kota Kalabahi atau mengonsumsi air Sopi. (Sopi merupakan minuman khas Alor yang terbuat dari sari tanaman lontar yang difermentasikan menjadi minuman memabukkan berkadar alkohol tinggi).


Pertama kali menaiki perahu motor, langgar laut.
Awalnya saya takut, langgar laut. Pukul 10.30 saya harus mengantar-jemput beberapa ibu guru (Lia, Yuni, Keke, dan Icha) dari sekretariat SM-3T di daerah Laut Tingara menuju pelabuhan. Beberapa ibu guru ini yang menemani saya berlayar menuju pulau Pura (karena jumlah bapak guru lebih sedikit dibanding ibu guru, maka para bapak guru dibagi rata untuk setiap kelompok pesiar). Pukul 11.00 perahu berangkat. Selama dua jam perjalanan kita disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Letak pulau Pura yang bersebelahan dengan pulau Alor, pulau Pantar, pulau Kepa, pulau Ternate, dan pulau Buaya, memperlihatkan keelokan dinding-dinding bukit dari setiap pulau tersebut.

Sambutan istimewa. Woosh.. ada lumba-lumba!
Ketika sampai di kawasan mulut kumbang, pusaran air (pertemuan arus dari laut lepas yakni laut timor dengan laut di teluk Alor), saya sempat menjumpai secara langsung segerombolan ikan lumba-lumba berenang menampakkan diri di sekitar perahu motor. Kata para penumpang sebelah saya, tidak semua orang bisa mendapatkan moment langka tersebut. Nah, berarti saya termasuk yang beruntung ya? Memang saya beruntung. Pertama kali naik perahu motor langsung diberi pertunjukan spesial lumba-lumba. Hanya sayangnya, saya tidak pintar dalam mengabadikan moment tersebut. So, hasilnya? Bisa lihat sendiri foto di bawah ini... Kita sampai di Pulau Pura pada pukul 13.15 WITA. Oh ya, biaya transportasi perahu motor sekali jalan dari kota kabupaten Kalabahi sebesar 15rb rupiah.



Serba ikan, mari kita makan!
Sesampainya di Melangwala, salah satu kampung di Pura, tempat bertugas satu teman SM-3T yaitu ibu guru Siti Robingah, kita langsung disuguhi sajian makanan serba ikan tepat di halaman belakang MES di bawah rindangnya pohon asam dengan pemandangan langsung laut/selat Pura-Pantar. Nikmat! Setelah semua perut terasa kenyang, kita bergegas menuju bibir laut, menceburkan diri, bercengkrama dengan anak-anak kampung yang kebetulan sedang berenang atau mencari ikan. Seru!


Hasil memaksa, keliling Pulau Pura dengan perahu motor.
Berhubung ada satu lagi teman SM-3T yaitu bapak guru Beni Celak (bernama asli Ardian Nur Rizky) yang penempatan ada di belahan pulau Pura lainnya, kita juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengunjunginya. Sayang disayang, waktu itu hari sudah terlihat semakin gelap, jam pun sudah menunjukkan pukul lima, rasanya juga tidak mungkin jika kita tetap memaksakan diri untuk pergi ke sana. Tapi tunggu, Dewi Fortuna sepertinya masih ada dipihak kita. Tiba-tiba munculah seorang paman (lupa nama) dengan perahu motor cepat miliknya melintas dilaut depan halaman MES. Seketika ibu guru Siti berteriak merengek-rengek, memaksa si paman untuk mengantarkan kita. Dengan segala upaya, bujuk rayu, akhirnya paman menyetujuinya. Yohoooo... Kita berangkat menjemput bapak guru satu, menikmati senja, mengelilingi pulau Pura!!!!!!!!!!! Pagi harinya kita kembali ke kota Kalabahi.


Liburan singkat ini merupakan salah satu liburan terseru saya di Alor, banyak pengalaman "pertama" saya dapatkan di pulau ini. In short, indahnya alam Indonesia menjadikan bumi pertiwi kaya akan tempat berlibur dan rekreasi.

0 $type={blogger} :

Post a Comment