EMPAT NEGARA, KITA MULAI DARI MALAYSIA!

Finally, I’m living my dream. Cita-cita semasa SMA terkabul di umur 28 tahun. Sesuatu yang patut dan sangat layak untuk disyukuri. Berawal dari obrolan guyon bersama kawan, dengan rencana-rencana yang (biasanya) hanya akan menjadi wacana, akhirnya terpenuhi, terlaksana, berakhir puas dan tentu bahagia.

S
etiap manusia pasti punya wish list atau bucket list dalam hidupnya. Begitupun saya, lho! Meskipun wish list tidak selalu saya susun rapi di buku agenda, tapi setidaknya jadi angan-angan, harapan, yang selalu saya batin, sesekali saya lisankan, barangkali Tuhan mendengar, sampai bosan, dan mau tidak mau akhirnya mengabulkan. Sungguh Tuhan Maha Baik.



Pesiar ke beberapa negara Asia Tenggara,
woops woops!!

Saat itu, kunun, menjadi guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri di Sabah, Malaysia, membuat saya dan empat kawan saya tidak ingin kehilangan kesempatan. Secara geografis, Malaysia adalah negara strategis. Salah satu negara dengan posisi central, paling dekat dengan negara-negara tetangga. Hal ini yang menjadi dasar ide dimulainya iuran bulanan, observasi lapangan, atur anggaran, pesan tiket kendaraan sampai dengan penginapan. I was extremely excited!

Bersama lima pemuda matang (si paling tahu). Ada Andy sebagai tour leader, penggagas ide awal, si paling pintar atur uang alias perhitungan, lalu Yusran si paling kekinian dan paling tahu dunia pertravelingan, terus ada Juleha, wanita satu-satunya, yang paling tidak tahu diri kalau dia perempuan, Ferry si paling ayo, gas, oke-oke saja, paling bernenergi di setiap tujuan, dan Gisep si paling beda, susah diatur, ego tinggi, semaunya sendiri. 

Rute. Berangkat dari tempat yang berbeda (kebetulan tempat tugas kita menyebar di beberapa zona), kita bertemu di tempat yang sama, Kuala Lumpur!!! Andy berangkat dari Bandar Kota Kinabalu, Yusran dan Jule dari Bandar Tawau, terakhir Ferry dan saya dari Bandar Sandakan.



Oh ya.. this is how the story began..., perjalanan tidak akan seru tanpa adanya drama. Sesampainya di KLIA, saya, Andy, dan Ferry harus menunggu Yusran dan Jule sampai beberapa jam, karena penerbangan Tawau-KL terpaksa ditunda (delay) dengan alasan cuaca. Rencana awal sebelum pukul 12 malam bertemu, akhirnya subuh baru bisa haha hihi bersama dengan tampang letih, lemah, dan lesu.

Eksplorasi, KUALA LUMPUR!

Kuala Lumpur
adalah destinasi liburan yang digemari oleh banyak orang Indonesia. Lokasinya yang dekat, harga tiket pesawat yang murah, serta kebudayaan yang tidak jauh berbeda, menjadi alasan kenapa wisatawan Indonesia gemar jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Lalu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk meng-eksplorasi ibu kota negara Malaysia ini? Idealnya sih 4 hari, biar lebih puas. Hanya saja banyak dari kita yang bisa meluangkan waktu paling mentok 2/3 hari, syukur-syukur kalau dapat cuti atau pas long weekend.

Drama baru, dimulai. Dengan harapan bisa menginap di salah satu apartemen ber
view menara kembar, hal paitpun terjadi lagi. Kita berlima harus menerima kenyataan, bahwa pemilik apartemen harus membatalkan sepihak pesanan yang sudah kami buat. Dengan alasan ABCD, mau tidak mau kita harus segera mencari penginapan baru. Dengan bekal aplikasi travel dan masih disertai rasa emosi penuh kecewa, alhamdulilah kita dapat penginapan baru yang jauh lebih murah dan tidak kalah wah dengan apartemen sebelumnya (bukan hoax, tp jujur lupa nama hotelnya).

Oke, langsung saja, kemana saja kita?



Perjalanan pertama kita di Kuala Lumpur, Malaysia, dimulai dari 
Arulmigu Murugan Statue,
 merupakan patung dewa Hindu tertinggi di Malaysia dan patung dewa Hindu tertinggi ketiga di dunia, setelah Patung Garuda Wisnu Kencana di Indonesia dan Patung Kailashnath Mahadev di Nepal. Ini juga merupakan patung tertinggi di Malaysia dengan ketinggian 42,7 meter.


Ke dua, kita beranjak ke Petronas Twin Towers yang memiliki total 88 lantai dengan tinggi 451,9 meter, serta terdapat 40 lift/eskalator tiap menaranya. Menara kembar Petronas pernah menjadi tower tertinggi di dunia selama 6 tahun. Menara ini menyediakan tempat-tempat yang dapat dikunjung, seperti Mall KLCC Shopping Center. Tidak hanya menjual barang-barang mewah dan bermerek, Suria KLCC juga memilki area seperti galeri seni, aquarium bawah laut, dan pusat ilmu pengetahuan. Selain Suria KLCC, Dewan Filharmonik Petronas juga berada di bawah Petronas Twin Towers dan berfungsi sebagai rumah bagi Malaysian Philharmonic Orchestra.




Ke tiga, Merdeka Square atau Dataran Merdeka. Tempat ini merupakan tempat bersejarah bagi Malaysia karena di sinilah bendera Malaysia dikibarkan untuk pertama kalinya. Terdapat banyak bangunan bersejarah di sekitar lokasi ini. Di antaranya adalah Sultan Abdul Samad building, National History, Kuala Lumpur City Gallery, Royal Selangor Club, dan St. Mary's Anglican Cathedral. Selain itu, terdapat juga Mesjid Jamek dan Central Market. Di siang hari tempat ini terasa sangat panas. Jadi sebaiknya berkunjung di pagi atau sore hari. Dataran Merdeka bisa diakses dengan berjalan kaki dari Masjid Jamek LRT Station.



K
e empat, Malaysia yang terdiri dari beragam etnis seperti Melayu, Cina, dan India dapat dilihat secara nyata saat berkunjung ke Central Market, Kuala Lumpur. Tempat ini seolah didesain khusus untuk menggambarkan beragam kultur di Malaysia. Dikenal sebagai pusat kerajinan terbesar di Kuala Lumpur. Kita dapat menemukan berbagai kerajinan seperti batik, kain songket, kain sari, gantungan kunci, tembikar, dan suvenir lainnya. Central Market Kuala Lumpur mengingatkan kita pada Malioboro di Yogyakarta.


Meskipun waktu itu sering transit di KL, tapi masih banyak tempat yang belum sempat dikunjungi, seperti Batu Caves, Sri Maha Mariamman Temple, Berjaya Times Square Theme Park, Petaling Street Market, China Town, dll. Next time lah ya, apabila ada waktu dan kesempatan kita pesiar lagi ke KL. 


Setelah Kuala Lumpur, kita lanjut ke mana? VIETNAM!!!!! Tunggu postingan berikutnya yaa...

0 $type={blogger} :

Post a Comment